Kedigjayaan Madrid Dalam Menceploskan Gol
1 Feb
Sungguh mengerikan produktivitas Real Madrid pada paruh awal musim ini. Dengan sudah membuat 70 gol yang berasal dari 20 laga La Liga Primera, Los Blancos bisa membuat sejarah tim terproduktif Eropa dalam selesai season.
Sehabis minggu ke-20 Liga Spanyol, di mana pada pertandingan terakhir Madrid unggul 3-1 bersua Real Zaragoza, El Real asal ibukota Spanyol ini telah membuat 70 gol!. Ini berarti setiap pertandingan, Cristiano Ronaldo bersama pemain yang lain rata-rata membuat 3,5 gol.
Apa yang ditorehkan Madrid tersebut mampu menundukkan apa yang dilakukan Valencia pada musim 1941/1942 yang lalu. Saat itu El Che hanya bisa menciptakan 67 gol setelah menjalani 20 pertandingan, yang mana jadi rekor klub terproduktif seusai minggu ke -20.
Sampai habis pekan yang lalu, Los Blancos pun jadi satu diantara tim dengan produktivitas tertinggi di seluruh kompetisi liga-liga Eropa. El Real hanya dipecundangi oleh Santa Coloma Union pada Liga Andorra yang sampai 12 minggu sudah melesakkan 50 gol, atau 4,16 gol setiap laganya. Catatan luar biasa itu dibuat Santa Coloma setelah di antaranya menyelesaikan 2 laga beserta kemenangan 10-0.
Balik ke Madrid, bila diasumsikan dapat menghasilkan gol dalam jumlah yang sama rata di sisa season ini, maka pada akhir kompetisi Madrid akan mempunyai koleksi 133 gol. Sebagai mana diketahui, season tersubur El Real di Liga Spanyol tercatat dalam season 1989/1990, yang mana ketika itu hanya terjadi 107 gol berhasil dihasilkan.
Jika benar mampu membobol jala rival sebanyak 133 kali dalam sepanjang 2011/2012 ini, maka merekapun dapat mencatat sejarah sebagai tersubur sepanjang satu musim. Tak hanya rekor pada liga Spanyol, Madrid serta sukses mematahkan rekor dalam liga Eropa untuk kompetisi tingkat teratas.
Dalam liga Italia, sejarah gol terbanyak selama satu musim masih dipegang Torino yang di jaman 1947-1948 dapat mencatat 125 gol. Sementara di Jerman, Bayern Munich membuat 101 gol pada musim 1972. Sedangkan Aston Villa punya catatan 128 gol pada jaman 1930/1931 kompetisi Liga Inggris. Begitu tulisan dari Marca.
Di lain tempat Barcelona kemungkinan besar sekarang sedang cemas menanti kepastian dari Josep Guardiola melihat kontraknya akan selesai dalam penghujung musim ini. Namun sang arsitek kembali menyatakan belum memutuskan tentang masa depannya.
Sudah bukan rahasia kalau Guardiola tidak berharap dikontrk dengan perjanjian jangka panjang. Selama ini, manager berusia 41 tahun tersebut hanya berhasrat menandatangani perjanjian per musim saja.
Kubu Los Cules tentu saja tak berharap kehilangan si pelatih yang sudah meraih sebegitu melimpah trofi dari awal membesut Lionel Messi cs. pada season 2008 silam.
Meski demikian, Guardiola tampak selalu rileks juga tidak ingin buru-buru menentukan masa depannya di Barca.
“Aku akan menentukan mengenai perpanjangan (perjanjian) juga ketika aku memutuskannya, saya akan mengucapkan kepada pemimpin (Sandro Rosell) dengan (direktur olahraga) Andoni (Zubizarreta),” kata Pep yang dikutip AFP.
“Tapi saat ini diriku belum menentukannya. Saat diri saya tahu nanti, merekapun begitu juga akan tahu,” ungkap manager terbaik dunia musim lalu ini.
Barca akan melawan Valencia di semifinal paruh I Copa del Rey, Kamis (2/1/2012) dinihari WIB. Pada kejuaraankompetisi La Liga, The Catalans tertinggal 7 angka oleh El Real.



